Pengelompokan Zat Gizi – Karbohidrat

Published 8 Maret 2012 by nurulekow

Pendahuluan.

Karbohidrat merupakan senyawa yang terbentuk dari molekul karbon, hydrogen dan oksigen. Sebagai salah satu jenis zat gizi, fungsi utama karbohidrat adalah penghasil energy di dalam tubuh. Tiap 1 gram karbohidrat yang dikonsumsi akan menghasilkan energy sebesar 4 kkal dan energy hasil proses oksidasi (pembakaran) karbohidrat ini kemudian akan digunakan oleh tubuh untuk menjalankan fungsi-fungsinya seperti bernafas, kontraksi jantung dan otot serta juga untuk menjalankan berbagai aktivitas fisik seperti berolahraga atau bekerja.

Di dalam ilmu gizi, secara sederhana karbohidrat dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks dan berdasarkan responnya terhadap glukosa darah di dalam tubuh, karbohidrat juga dapat dibedakan berdasarkan nilai tetapan indeks glicemiknya (glicemic index).

Contoh dari karbohidrat sederhana adalah monosakarida seperti glukosa, fruktosa dan galaktosa atau juga disakarida seperti sukrosa dan laktosa. Jenis-jenis karbohidrat sederhana ini dapat ditemui terkandung di dalam produk pangan seperti madu, buah-buahan dan susu. Sedangkan contoh dari karbohidrat kompleks adalah pati (starch), glikogen (simpanan energy di dalam tubuh), selulosa, serat (fiber) atau dalam konsumsi sehari-hari karbohidrat kompleks dapat ditemui terkandung di dalam produk pangan seperti nasi, kentang, jagung, singkong, ubi, pasta, roti, dsb.

Jenis Karbohidrat.

1)        Karbohidrat Sederhana

a)         Monosakarida

Monosakarida (zat gula tunggal) merupakan jenis karbohidrat sederhana yang terdiri dari 1 gugus cincin. Dalam tubuh, monosakarida ini langsung diserap oleh dinding usus halus dan masuk ke dalam aliran darah. Terbentuknya monosakarida ini dalam tubuh berasal dari pemecahan kedua macam sakarida lainnya. Monosakarida ini larut dalam air. Contoh dari monosakarida yang banyak terdapat di dalam sel tubuh manusia adalah glukosa, fruktosa dan galaktosa.

Glukosa di dalam industry pangan lebih dikenal sebagai dekstrosa atau juga gula anggur. Di alam, glukosa banyak terkandung di dalam buah-buahan, sayuran dan juga sirup jagung. Glucose sangat penting bagi kehidupan manusia karena merupakan sumber energy bagi tubuh. Karbohidrat dalam makanan setelah dicernakan akan diserap oleh dinding usus sebagai glucose dan dibawa oleh darah ke dalam hati. Oleh hati sebagian glucose dikembalikan ke dalam darah untuk menjaga agar kadar glucose darah tetap konstan yaitu 100 mg%. jika kadar glucose melebihi 120 mg% maka disebut hiperglikemia dan jika kurang dari 80 mg% disebut hipoglikemia. Kedua keadaan itu sering terjadi pada penderita penyakit diabetes mellitus. Jika kadar glucose darah melebihi 120 mg%, kelebihan glucose itu akan dibuang keluar tubuh lewat ginjal bersama urine. Keadaan itu disebut glukosuria. Adanya glucose dalam urine dapat diketahui dengan menggunakan larutan Fehling yang mengandung Cu sebagai reagens.

Fruktosa dikenal juga sebagai gula buah dan merupakan gula dengan rasa yang paling manis. Di alam fruktosa banyak terkandung di dalam madu (bersama dengan glukosa) dan juga terkandung diberbagai macam buah-buahan. Oligofruktose terdapat dalam asparagus, bawang merah, bawang putih, gandum, pisang. Selain dapat mencegah sembelit, juga dapat membantu penyerapan kalsium serta memacu tumbuhnya bakteri bifidus yang berguna untuk pencernaan.

Galaktosa merupakan karbohidrat hasil proses pencernaan laktosa yaitu karbohidrat yang terdapat dalam susu. Galaktose penting untuk pertumbuhan otak dan medulla spinalis karena untuk pembentukan myelin pada medulla spinalis dan sintesa galaktosida di otak diperlukan galaktose. Kadar lactose yang tinggi dalam air susu ibu sangat menguntungkan pertumbuhan otak anak.

Selain sebagai molekul tunggal, monosakarida juga akan berfungsi sebagai molekul dasar bagi pembentukan senyawa karbohidrat kompleks pati (starch) atau selulosa.

b)        Disakarida

Disakarida merupakan jenis karbohidrat yang banyak dikonsumsi oleh manusia di dalam kehidupan sehari-hari. Setiap molekul disakarida akan terbentuk dari gabungan 2 molekul monosakarida. Disakarida ini larut dalam air. Contoh disakarida yang umum digunakan dalam konsumsi sehari-hari adalah sukrosa yang terbentuk dari gabungan 1 molekul glukosa dan fruktosa dan juga laktosa yang terbentuk dari gabungan 1 molekul glukosa dan galaktosa.

Sucrose atau sakarosa adalah jenis disakarida yang terdapat dalam gula tebu, gula bit dan gula kelapa. Pada pembuatan sirup, gula dilarutkan dalam air dan dipanaskan sehingga sucrose terurai menjadi glucose dan fructose dan disebut gula invert. Kadar kemanisan sucrose diberi skor 100, maka tingkat kemanisan glucose = 74, fructose = 173, lactose = 16, dan maltose = 32.

Maltose (gula malt) tidak terdapat bebas di alam. Maltose terbentuk pada setiap pemecahan pati, seperti yang terjadi pada tumbuh-tumbuhan bila benih atau bijian berkecambah dan di dalam usus manusia pada pencernaan pati. Dalam proses berkecambah, pati yang terdapat dalam padi-padian pecah menjadi maltose, untuk kemudian diuraikan menjadi unit-unit glukosa tunggal sebagai makanan bagi benih yang sedang tumbuh. Produksi bir terjadi bila maltose difermentasi menjadi alcohol. Bila dicernakan atau dihidrolisis, maltose pecah menjadi dua unit glukosa.

Lactose (gula susu) adalah disakarida yang terdapat dalam susu dan terdiri atas satu unit glukosa dan satu unit galaktosa. Laktosa adalah gula yang rasanya paling tidak manis (1/6 manis glukosa) dan lebih sukar larut daripada disakarida lain. Kadar lactose dalam ASI lebih tinggi dari susu sapi yaitu 7 %, sedang dalam susu sapi 4,8 %. Lactose sangat penting dalam kehidupan bayi, karena selain sebagai sumber energy, lactose juga mempunyai fungsi lain, yaitu :

  1. Sebagai sumber galaktose untuk pertumbuhan sel otak.
  2. Lactose yang berasal dari ASI akan mencegah anak menderita diare. Dalam ASI terdapat zat yang disebut lactobacillus bifidus, factor yang merangsang tumbuhnya bakteri lactobacillus. Bakteri ini mengubah lactose menjadi asam laktat dalam saluran pencernaan. Asam laktat menyebabkan saluran pencernaan bereaksi asam sehingga mencegah tumbuhnya bakteri pathogen seperti E.Colli, E.Histolitika.
  3. Mempermudah terjadinya pengendapan calcium caseinat.
  4. Mempermudah penyerapan berbagai mineral.

Lactose mempunyai sifat laksatif (pencahar). Karena itu terlalu banyak minum susu dapat menyebabkan diare. Kadang-kadang ada bayi yang alergi terhadap lactose dan disebut lactose intolerance.

Trehalosa seperti juga maltose, terdiri atas dua molekul glukosa dan dikenal sebagai gula jamur. Sebanyak 15 % bagian kering jamur terdiri atas trehalosa. Trehalosa juga terdapat dalam serangga.

c)         Gula alcohol.

Terdapat di alam dan dapat pula dibuat secara sintetis. Ada empat jenis gula alcohol, yaitu sorbitol, manitol, dulsitol dan inositol.

Sorbitol terdapat di dalam beberapa jenis buah dan secara komersial dibuat dari glukosa. Sorbitol banyak digunakan dalam minuman dan makanan khusus pasien diabetes, seperti minuman ringan, selai dan kue-kue. Tingkat kemanisan sorbitol hanya 60 % bila dibandingkan dengan sukrosa, diabsorpsi lebih lambat dan diubah di dalam hati menjadi glukosa. Pengaruhnya terhadap kadar gula darah lebih kecil daripada sukrosa. Konsumsi > 50 gram/hari dapat menyebabkan diare pada pasien DM. sorbitol tidak mudah di metabolism oleh bakteri dalam mulut sehingga tidak mudah menimbulkan karies gigi. Oleh karena itu, sorbitol banyak digunakan dalam pembuatan permen karet.

Manitol dan dulsitol adalah alcohol yang dibuat dari monosakarida manosa dan galaktosa. Manitol terdapat di dalam nanas, asparagus, ubi jalar dan wortel. Secara komersial manitol diekstraksi dari sejenis rumput laut. Kedua jenis alcohol ini banyak digunakan dalam industry pangan.

Inositol merupakan alcohol siklis yang menyerupai glukosa. Inositol terdapat dalam banyak bahan makanan, terutama dalam sekam serealia. Bentuk esternya dengan asam fitat menghambat absorpsi kalsium dan zat besi dalam usus halus.

d)        Oligosakarida.

Termasuk jenis ini adalah rafinosa, stakiosa, dan verbaskosa. Ketiga jenis oligosakarida ini terdapat di dalam biji tumbuh-tumbuhan dan kacang-kacangan serta tidak dapat dipecah oleh enzim-enzim pencernaan. Seperti halnya polisakarida nonpati, oligosakarida ini di dalam susu besar mengalami fermentasi. Fruktan terdapat di dalam serealia, bawang merah, bawang putih dan asparagus. Fruktan tidak dicernakan secara berarti. Sebagian besar di dalam usus besar difermentasi.

2)        Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat kompleks merupakan karbohidrat yang terbentuk oleh hampir lebih dari 20.000 unit molekul monosakarida terutama glukosa. Dikenal dengan sebutan polisakarida, dan tidak larut dalam air. Di dalam ilmu gizi, jenis karbohidrat kompleks yang merupakan sumber utama bahan makanan yang umum dikonsumsi oleh manusia adalah pati (starch).

a)         Pati (starch)

Pati yang juga merupakan simpanan energy di dalam sel-sel tumbuhan ini berbentuk butiran-butiran kecil mikroskopik dengan berdiameter berkisar antara 5-50 nm. Dan di alam, pati akan banyak terkandung dalam beras, gandum, jagung, biji-bijian seperti kacang merah atau kacang hijau dan banyak juga terkandung di dalam berbagai jenis umbi-umbian seperti singkong, kentang atau ubi.

Di dalam berbagai produk pangan, pati umumnya akan terbentuk dari dua polimer molekul glukosa yaitu amilosa (amylase) dan amilopektin (amylopectin). Amilosa merupakan polimer glukosa rantai panjang yang tidak bercabang dan yang larut dalam air, sedangkan amilopektin merupakan polimer glukosa dengan susunan yang bercabang-cabang dan tidak larut dalam air. Komposisi kandungan amilosa dan amilopektin ini akan bervariasi dalam produk pangan dimana produk pangan yang memiliki kandungan amilopektin tinggi akan semakin mudah untuk dicerna.

Zat pati terdapat dalam bentuk granula yang jika direndam dalam air dan dipanaskan akan membengkak karena menghisap air. Jika suhu pemanasan lebih dari 600C, volume yang membengkak itu tidak dapat kembali lagi karena tidak mengalami proses gelatinisasi. Prinsip ini digunakan untuk membuat makanan instan seperti mie atau flakes. Zat pati yang telah mengalami gelatinisasi itu dikeringkan dan volumenya akan mengecil. Jika direndam lagi dalam air maka volumenya akan membesar.

b)        Dekstrin.

Merupakan produk antara pada pencernaan pati atau dibentuk melalui hidrolisis parsial pati. Dekstrin merupakan sumber utama karbohidrat dalam makanan lewat pila (tube feeding). Dekstrin maltose, suatu produk hasil hidrolisis parsial pati, digunakan sebagai makanan bayi karena tidak mudah mengalami fermentasi dan mudah dicernakan.

c)         Glikogen.

Glikogen dinamakan juga pati hewan, merupakan salah satu bentuk simpanan energy di dalam tubuh yang dapat dihasilkan melalui konsumsi karbohidrat dalam sehari-hari dan merupakan salah satu sumber energy utama yang digunakan oleh tubuh pada saat berolahraga.

Di dalam tubuh, glikogen akan tersimpan di dalam hati dan otot. Kapasitas penyimpanan glikogen di dalam tubuh sangat terbatas yaitu hanya sekitar 350-500 gram atau dapat menyediakan energy sebesar 1200-2000 kkal. Namun kapasitas penyimpanannya ini dapat ditingkatkan dengan cara memperbesar konsumsi karbohidrat dan mengurangi konsumsi lemak atau dikenal dengan istilah carbohidrat loading dan penting dilakukan bagi atlet terutama yang menekuni cabang olahraga bersifat endurans (endurance) seperti marathon atau juga sepakbola.

Sekitar 67 % dari simpanan glikogen yang terdapat di dalam tubuh akan tersimpan di dalam otot dan sisanya akan tersimpan di dalam hati. Di dalam otot, glikogen merupakan simpanan energy utama yang mampu membentuk hamper 2 % dari total massa otot. Glikogen yang terdapat di dalam otot hanya dapat digunakan untuk keperluan energy di dalam otot tersebut dan tidak dapat dikembalikan ke dalam aliran darah dalam bentuk glukosa apabila terdapat bagian tubuh lain yang membutuhkannya. Berbeda dengan glikogen hati dapat dikeluarkan apabila terdapat bagian tubuh lain yang membutuhkan. Glikogen yang terdapat di dalam hati dapat di konversi melalui proses glicogenolysis menjadi glukosa dan kemudian dapat dibawa oleh aliran darah menuju bagian tubuh yang membutuhkan seperti otak, system saraf, jantung, otot dan organ tubuh lainnya.

d)        Polisakarida Nonpati/Serat makanan.

Ada dua golongan serat yaitu yang tidak larut dan yang larut dalam air. Serat yang tidak larut dalam air adalah selulosa, hemiselulosa dan lignin. Serat yang larut dalam air adalah pectin, gum, mukilase, glukal dan algal.

Selulosa, hemiselulosa dan lignin merupakan kerangka structural semua tumbuh-tumbuhan. Pectin terdapat di dalam sayur dan buah, terutama jenis sitrus, papaya, apel, jambu biji, anggur dan wortel. Senyawa pectin berfungsi sebagai perekat antara dinding sel yang satu dengan lainnya. Buah-buahan yang mengandung pectin tinggi, baik untuk dibuat jam atau jelly.

Serat makanan tidak dapat dicernakan oleh manusia karena manusia tidak menghasilkan energy bagi tubuh. Akan tetapi serat mempunyai beberapa fungsi bagi tubuh, yaitu :

  1. Merangsang gerak peristaltic usus sehingga pencernaan makanan menjadi lebih baik.
  2. Membentuk volume makanan sehingga memberikan rasa kenyang.
  3. Melunakkan dan memadatkan faeces sehingga memudahkan defikasi dan mencegah konstipasi.
  4. Mencegah penyerapan lemak dan kolesterol, karena serat merangsang sekresi getah empedu yang membuat lemak menjadi emulsi dan terbuang bersama faeces.
  5. Memperlambat penyerapan glucose sehingga membantu mencegah kenaikan glucose darah pada penderita diabetes mellitus.
  6. Mencegah terjadinya kanker usus terutama kanker pada kolon.
  7. Sumber Karbohidrat.

Pada umumnya dapat dikatakan bahwa semua bahan makanan baik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan ataupun hewan, mengandung karbohidrat. Hanya jumlah karbohidrat yang terdapat dalam masing-masing bahan makanan ini tidak sama. Secara umum sumber karbohidrat adalah padi-padian atau serealia, umbi-umbian, kacang-kacang kering dan gula. Hasil olahan bahan ini adalah mie, roti, tepung-tepungan, selai, sirup dan sebagainya. Sebagian besar sayur dan buah tidak banyak mengandung karbohidrat. Sayur umbi-umbian, seperti wortel dan bit serta sayur kacang-kacangan relative lebih banyak mengandung karbohidrat daripada sayur daun-daunan. Bahan makanan hewani seperti daging, ayam, ikan telur dan susu sedikit sekali mengandung karbohidrat.

Berdasarkan jumlah atau kadar karbohidrat yang terdapat dalam masing-masing bahan makanan ini, maka sumber karbohidrat dapat kita golongkan ke dalam dua golongan :

  1. Bahan makanan sumber karbohidrat dari jenis padi-padian termasuk beras, gandum, jagung, cantel dan sebagainya.
  2. Bahan makanan sumber karbohidrat yang berasal dari jenis umbi-umbian seperti kentang, singkong, ubi dan sebagainya.

Golongan pertama karbohidrat lebih banyak jika dibandingkan dengan golongan kedua. Penggunaan bahan makanan dari golongan pertama sebagai bahan makanan memberi karbohidrat banyak mempunyai keuntungan, karena dalam bahan makanan itu selain karbohidratnya tinggi, juga mengandung protein yang jauh lebih  banyak daripada golongan kedua.

Karbohidrat hewani, terutama terdapat di dalam otot (daging) dan hati. Namun jumlahnya terbatas dan setelah binatang mati, glikogen mengalami penguraian sehingga glikogen menghilang ketika sampai di dapur untuk dimasak.

Bahan makanan

Kadar kalori

Kadar protein

Kadar karbohidrat

BerasJagungSingkong

Gaplek tepung

Ketela rambat

Roti tawar

Kentang

Sagu

Cantel

350 kalori

320 kalori

136 kalori

352 kalori

125 kalori

227 kalori

85 kalori

341 kalori

304 kalori

8,0 gram

8,0 gram

1,2 gram

1,5 gram

1,8 gram

8,0 gram

2,0 gram

0 gram

9,0 gram

73 gram

63 gram

32 gram

85 gram

28 gram

46 gram

19 gram

85 gram

58 gram

Bila tidak ada karbohidrat, asam amino dan gliserol yang berasal dari lemak dapat diubah menjadi glukosa untuk keperluan energy otak dan system syaraf pusat. Oleh sebab itu, tidak ada ketentuan tentang kebutuhan karbohidrat sehari untuk manusia. Untuk memelihara kesehatan, WHO (1990) menganjurkan agar 55-75 % konsumsi energy total berasal dari karbohidrat kompleks dan paling banyak hanya 10 % berasal dari karbohidrat sederhana.

Fungsi Karbohidrat.

1)        Sebagai sumber energy.

Karbohidrat merupakan sumber utama energy yang paling murah. Dari tiga jenis sumber utama energy yaitu karbohidrat, lemak dan protein, karbohidrat yang tidak dapat dicerna memberikan volume dalam isi usus dan melancarkan gerak peristaltic yang melancarkan aliran hasil yang sudah halus (kimus) melalui saluran pencernaan serta memudahkan pembuangan tinja (defekasi).

2)        Pemberi rasa manis pada makanan.

Khususnya monosakarida dan disakarida. Fruktosa adalah gula paling manis. Bila tingkat kemanisan sukrosa diberi nilai 1, maka tingkat kemanisan fruktosa adalah 1,7; glukosa 0,7; maltose 0,4; dan laktosa 0,2.

3)        Sebagai sparing action dari protein.

Bila karbohidrat makanan tidak mencukupi, maka protein akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energy, dengan mengalahkan fungsi utamanya sebagai zat pembangun. Sebaliknya, bila karbohidrat makanan mencukupi, protein terutama akan digunakan sebagai zat pembangun Sepanjang kebutuhan energy dapat dipenuhi oleh karbohidrat, maka protein makanan sepenuhnya digunakan untuk membentuk protein tubuh.

4)        Untuk membentuk volume makanan.

Terpenuhinya rasa kenyang akan member kepuasan pada manusia, rasa kenyang itu akan terjadi jika lambung penuh berisi makanan. Hal itu akan terwujud jika volume makanan cukup besar. Oleh karena karbohidrat dapat mengikat air jika dimasak, maka volume makanan menjadi besar dan memberi rasa kenyang.

5)        Membantu cadangan energy dalam tubuh.

Jika kandungan karbohidrat dalam makanan melebihi kebutuhan tubuh, maka kelebihan karbohidrat itu tidak dibuang akan tetapi diubah menjadi cadangan energy dalam bentuk lemak tubuh. Banyaknya cadangan lemak tubuh tergantung pada berapa banyak kelebihan karbohidrat dalam makanan.

Metabolisme Karbohidrat.

Di dalam system pencernaan dan juga usus halus, semua jenis karbohidrat yang dikonsumsi akan terkonversi menjadi glukosa untuk kemudian diabsorbsi oleh aliran darah dan ditempatkan ke berbagai organ dan jaringan tubuh. Molekul glukosa hasil konversi berbagai macam jenis karbohidrat inilah yang kemudian akan berfungsi sebagai dasar bagi pembentukan energy di dalam tubuh.

Melalui berbagai tahapan dalam proses metabolisme, sel-sel yang terdapat di dalam tubuh dapat mengoksidasi glukosa menjadi CO2 dan H2O dimana proses ini juga akan disertai dengan produksi energy. Proses metabolisme glukosa yang terjadi di dalam tubuh ini akan memberikan kontribusi hampir lebih dari 50 % bagi ketersediaan energy.

Di dalam tubuh, karbohidrat yang telah terkonversi menjadi glukosa tidak hanya akan berfungsi sebagai sumber energy utama bagi kontraksi otot atau aktivitas fisik tubuh, namun glukosa juga akan berfungsi sebagai sumber energy bagi system syaraf pusat termasuk juga untuk kerja otak. Selain itu, karbohidrat yang dikonsumsi juga dapat tersimpan sebagai cadangan energy dalam bentuk glikogen di dalam otot dan hati. Glikogen otot merupakan salah satu sumber energy tubuh saat sedang berolahraga, sedangkan glikogen hati dapat berfungsi untuk membantu menjaga ketersediaan glukosa di dalam sel darah dan system syaraf pusat.

Kelebihan dan Kekurangan Karbohidrat.

Penyakit kegemukan (obesitas) disebabkan oleh ketidakseimbangan antara konsumsi kalori dan kebutuhan energy, dimana konsumsi terlalu berlebihan dibandingkan dengan kebutuhan atau pemakaian energy. Kelebihan energy di dalam tubuh disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Pada keadaan normal, jaringan lemak ditimbun di beberapa tempat tertentu, diantaranya di dalam jaringan subkutan dan di dalam jaringan tirai usus (omentum). Jaringan lemak subkutan di daerah dinding perut bagian depan mudah terlihat menebal pada seseorang yang menderita obesitas. Seseorang baru disebut menderita obesitas, bila berat badannya pada laki-laki melebihi 15 % dan pada wanita melebihi 20 % dari berat badan ideal menurut umurnya. Ada beberapa penyakit yang meningkat prevalensinya pada orang yang menderita obesitas seperti penyakit-penyakit kardiovaskuler termasuk hipertensi, diabetes mellitus dan sebagainya.

Penyakit diabetes mellitus merupakan gangguan metabolic yang bersangkutan dengan karbohidrat glukosa. Penyakit ini disebabkan oleh defisiensi hormone insulin. Hormone yang dihasilkan oleh sel-sel beta di dalam pulau-pulau langerhans di dalam kelenjar pancreas ini mengatur metabolisme glukosa. Defisiensi relative dari hormon insulin ini bisa karena memang sintesisnya defisien, tetapi mungkin pula sisntesisnya cukup, tetapi sensitivitas sel target terhadap hormon menurun.

Ketiadaan disakaridase dalam brush border dari mukosa usus dihubungkan dengan genetic banyak orang, terutama yang berkulit sawo matang (termasuk orang Indonesia) tidak tahan terhadap susu sapi, karena kekurangan enzim lactase (Laktose Intolerance) yang dibentuk di dalam dinding usus dan diperlukan untuk pemecahan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Kekurangan lactase ini menyebabkan ketidaktahanan terhadap lactose. Lactose yang tidak dicerna tidak dapat diserap dan tetap tinggal dalam saluran pencernaan, hal ini mempengaruhi jenis mikroorganisme yang tumbuh, yang menyebabkan gejala kembung, kejang perut dan diare. Ketidaktahanan terhadap laktosa lebih banyak terjadi pada orang tua.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001.
  2. Francin, P. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta, 2005.
  3. Lusa, Konsep Dasar Ilmu Gizi, http://www.lusa.web.id/, tanggal upload 23 Agustus 2009, tanggal download 18 Februari 2012, 10.54 WIB.
  4. Moehji, S. Ilmu Gizi. Jilid I. Bhatara Karya Pustaka, Jakarta, 2003.
  5. Supariasa, I. Penilaian Status Gizi. EGC, Jakarta, 2002.
  6. Yuniastuti, A. Gizi dan Kesehatan, Graha Ilmu,Yogyakarta, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: