Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas Dengan Endometritis

Published 9 Maret 2012 by nurulekow

PENGKAJIAN.

DATA SUBYEKTIF.

Identitas.

Pada kasus dengan endometritis sering terjadi pada :

  • Umur : < 20 tahun karena pada umur tersebut organ-organ reproduksinya belum matang dan belum berfungsi dengan baik, sedangkan pada umur > 35 tahun organ-organ reproduksi mulai menurun fungsinya sehingga sering terjadi endometritis.
  • Pekerjaan/penghasilan : Status social ekonomi rendah.
  • Suku/bangsa : Ras ASIA karena mempunyai kecenderungan lebih rentan terkena atau terpapar infeksi lebih sering daripada ras yang lain.

Keluhan utama.

Pada kasus dengan endometritis sering kali mengeluh :

  • Sakit kepala, sulit tidur, tidak nafsu makan.
  • Nyeri pada perut.
  • Pengeluaran pervaginam banyak/sedikit, berwarna merah/coklat, kadang-kadang berbau/tidak.
  • Suhu badan meningkat seringkali naik turun dan menggigil.

Riwayat kesehatan.

Pada kasus dengan endometritis sering ditemukan adanya : Semua keadaan yang menurunkan daya tahan penderita seperti perdarahan banyak, diabetes, pre-eklampsia, malnutrisi, anemia, kelelahan, juga infeksi lain yaitu pneumonia, penyakit jantung dan sebagainya.

Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu dan sekarang.

Pada kasus dengan endometritis sering ditemukan :

  • Sering terjadi pada 2-10 hari postpartum.
  • Proses persalinan bermasalah seperti partus lama/macet terutama dengan ketuban pecah lama, korioamnionitis, persalinan traumatic, kurang baiknya proses pencegahan infeksi dan manipulasi yang berlebihan.
  • Tindakan obstetric operatif baik pervaginam maupun perabdominam.
  • Tertinggalnya sisa plasenta, selaput ketuban dan bekuan darah dalam rongga rahim.
  • Episiotomi atau laserasi.
  • Tidak ada batasan pada primipara, multipara maupun grandemultipara.

Pola pemenuhan kebutuhan dasar masa nifas.

Pada kasus dengan endometritis didapatkan :

  • Pola nutrisi : adanya malnutrisi, anoreksia, anemia.
  • Pola istirahat : sulit tidur, sakit kepala.
  • Pola aktivitas : terganggu adanya nyeri pada perut dan pengeluaran pervaginam yang banyak dan berbau serta sakit kepala yang menyertai.
  • Pola personal hygiene : kurang terjaga dengan baik, hal ini dimungkinkan di karenakan dampak tidak langsung dari social ekonomi rendah.

Pengetahuan ibu masa nifas.

Pada kasus dengan endometritis didapatkan pengetahuannya :

  • Kurangnya pengetahuan tentang nutrisi sehingga terjadi malnutrisi dan anemia.
  • Kurangnya pengetahuan tentang personal hygiene terutama vulva hygiene yang merupakan salah satu factor penyebab terjadinya penyebaran infeksi sampai ke endometrium.
  • Kurangnya pengetahuan tentang perawatan masa nifas yang merupakan salah satu factor penyebab tidak langsung terjadinya infeksi pada masa nifas.

DATA OBYEKTIF.

Pemeriksaan umum.

Pada kasus dengan endometritis didapatkan :

  • Suhu : terjadi peningkatan suhu 38,5-400C, mulai dari 48 jam postpartum dan bersifat naik turun (remittens) serta menggigil. Jika infeksi tidak meluas, suhu turun berangsur-angsur dan normal pada hari ke 7-10 postpartum.
  • Nadi : biasanya sesuai dengan kurva tubuh, kadang ditemukan takikardi.
  • Muka : tampak pucat yang menyertai riwayat anemia.
  • Conjunctiva : tampak anemis yang menyertai riwayat anemia.

Pemeriksaan obstetric.

Pada kasus dengan endometritis didapatkan :

  • Sering ada subinvolusio à terjadi pada 2-10 hari postpartum.
  • Nyeri tekan pada uterus yang menyebar secara lateral, uterus agak membesar dan lembek, kontraksi kuat.
  • Lokea : tampak bertambah banyak/sedikit, berwarna merah atau coklat dan kadang-kadang berbau/tidak (lokea seropurulenta). Lokea yang berbau tidak selalu menyertai endometritis sebagai gejala.
  • Kadang-kadang lokea tertahan dalam uterus oleh darah sisa plasenta dan selaput ketuban yang disebut lokeametra.
  • Nyeri panggul dengan pemeriksaan bimanual.

Pemeriksaan penunjang.

Pada kasus dengan endometritis perlu dilakukan :

  • Leukosit : terjadi kenaikan antara 15.000 – 30.000/mm3.
  • Hemoglobin dan Hematokrit : mengalami penurunan pada keadaan anemia.
  • Kultur dari bahan intrauterus atau intraservical : ditemukan biakan Streptococus hemoliticus aerobia, Staphylococus aureus, Clostridium welchii, Escherichia colli.

INTERPRETASI DATA DASAR.

DIAGNOSA KEBIDANAN.

Ibu nifas umur < 20 tahun dan > 35 tahun, primipara/multipara/grandemultipara, 2-10 hari postpartum dengan endometritis.

MASALAH.

Tergantung kondisi masing-masing pasien.

DIAGNOSA POTENSIAL.

Salpingitis, tromboplebitis septic, peritonitis, fasiitis nekrotikans.

IDENTIFIKASI TINDAKAN SEGERA.

  • Melakukan konsultasi dengan dokter SpOG.
  • Melakukan kolaborasi dengan dokter SpOG.
  • Melakukan rujukan ke tempat pelayanan kesehatan yang lebih lengkap.

 

PLANNING.

  • Lakukan konsultasi dan kolaborasi dengan dokter SpOG untuk pemberian terapi.
  • Lakukan advis dokter SpOG untuk pemberian terapi :
  • Obat antimikroba spectrum luas termasuk sefalosporin (misal : cefoxitin, cefotetan), dan penisilin spectrum luas, atau inhibitor kombinasi penisilin/ betalaktamase (augmentin, unasyn).
  • Kombinasi klindamisin dan gentamisin, seperti metronidazol jika ibu tidak menyusui.
  • Obat analgesic dan antipiretik untuk menurunkan rasa nyeri dan demam.

KIE pada pasien :

  • Mobilisasi secara teratur.
  • Menjaga personal hygiene terutama pada genetalia.
  • Anjurkan pembersihan perineum yang benar setelah berkemih dan defekasi, cebok dari arah depan ke belakang.
  • Anjurkan agar sering mengganti pembalut setelah berkemih dan defekasi atau apabila pembalut sudah penuh.
  • Istirahat dengan posisi fowler.
  • Nutrisi cukup terutama tinggi protein untuk mempercepat proses penyembuhan.
  • Luka-luka dirawat dengan baik jangan sampai kena infeksi, begitu pula alat-alat dan pakaian serta kain yang berhubungan dengan alat kandungan harus steril.
  • Penderita dengan infeksi nifas sebaiknya diisolasi dalam ruangan khusus, tidak bercampur dengan ibu sehat.
  • Pengunjung-pengunjung dari luar hendaknya pada hari-hari pertama dibatasi sedapat mungkin.

IMPLEMENTASI.

Merupakan tindakan yang sesuai dengan yang telah direncanakan mencakup tindakan mandiri, kolaborasi dan rujukan.

EVALUASI.

Merupakan hasil perkembangan ibu dengan berpedoman kepada hasil dan tujuan yang hendak dicapai.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 355 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: