Pengelompokan Zat Gizi – Mineral

Published 8 Maret 2012 by nurulekow

Pendahuluan.

Mineral adalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis. Istilah mineral termasuk tidak hanya bahan komposisi kimia tetapi juga struktur mineral. Mineral termasuk dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan organik biasanya tidak termasuk). Ilmu yang mempelajari mineral disebut mineralogi.

Kira-kira 6% tubuh manusia dewasa terbuat dari mineral. Mineral yang dibutuhkan oleh manusia diperoleh dari tanah. Tanaman sumber pangan menyerap mineral yang diperlukan dan menyimpannya dalam struktur tanaman. Hewan sebagai konsumen tingkat pertama menggunakan dan menyimpan mineral dalam tubuhnya. Sebagai konsumen tingkat akhir, manusia memperoleh mineral dari pangan nabati dan hewani. Mineral merupakan bahan anorganik dan bersifat esensial. Jika mineral tidak habis digunakan oleh manusia, maka akan dikeluarkan oleh tubuh dan dikembalikan pada tanah.

Jenis Mineral.

1)        Makroelemen, yang terdapat dalam kwantum yang relative besar (> 0,05% dari BB). Berfungsi sebagai bagian dari zat yang aktif dalam metabolisme atau sebagai bagian penting dari struktur sel dan jaringan.

a)         Kalium (K).

Fungsi sebagai faktor utama dalam mempertahankan keseimbangan cairan intrasel. Mempengaruhi irama jantung, berperan dalam pengaturan kepekaan saraf dan otot. Sumber : daging, ikan, unggas, tepung, buah-buahan dan sayuran.

Defisiensi kalium jarang terjadi akibat kekurangan makanan, biasanya terjadi mual, muntah dan diare.

b)        Natrium (Na).

Fungsi sebagai faktor utama dalam mempertahankan keseimbangan cairan ekstrasel. Berperan dalam pengaturan kepekaan otot dan saraf. Sumber : garam dapur, daging, ikan, unggas, susu dan telur.

Defisiensi natrium dapat menyebabkan mual, diare, kejang otot dan dehidrasi.

c)         Kalsium (Ca).

Fungsi sebagai unsur utama tulang dan gigi. Penting untuk kontraksi otot, irama jantung normal dan kepekaan saraf, pengaktifan beberapa enzim. Unsur mineral yang terbanyak dalam tubuh. Sumber : susu, lobak cina, kangkung, tiram, udang, salem, kijing.

Konsumsi kalsium yang berlebihan dapat menyebabkan sulit buang air besar (konstipasi) dan mengganggu penyerapan mineral seperti zat besi, seng dan tembaga. Kelebihan kalsium dalam jangka panjang akan meningkatkan risiko terkena hypercalcemia, pembentukan batu ginjal dan gangguan fungsi ginjal. Oleh karena itu konsumsi suplemen kalsium jauh di atas kebutuhan sebaiknya dihindari.

Sedangkan defisiensi kalsium dapat menyebabkan mineralisasi tulang dan gigi terganggu, tulang mudah patah, pertumbuhan terhenti, rakhitis pada anak-anak, osteoporosis pada orang dewasa.

d)        Magnesium (Mg).

Fungsi sebagai unsur tulang dan gigi, dan banyak jaringan lainnya, mempengaruhi kepekaan otot dan saraf. Sumber : tepung gandum, kakao, kacang-kacangan, daging, makanan dari laut dan susu.

Kelebihan magnesium dalam jangka panjang sama dampaknya dengan kekurangan magnesium yaitu gangguan fungsi saraf (neurological disturbance). Gejala awal kelebihan magnesium adalah mual, muntah, penurunan tekanan darah, perubahan elektro kardiografik dan kelambanan reflex.

Defisiensi magnesium karena makanan tidak ditemukan, tetapi ditemukan defisiensi pada alkoholisme dengan sirosis dan penyakit ginjal yang berat.

e)         Fosfor (P).

Fungsi sebagai unsur utama tulang dan gigi. Metabolisme lemak dan karbohidrat dan pertukaran energy melalui reaksi oksidatif berhubungan dengan fosforilasi. Sumber : susu, keju, kuning telur, daging ikan, unggas, kacang-kacangan.

Penggunaan fosfor oleh tubuh salah satunya ditentukan oleh rasio antara kalsium dan fosfor, yang idealnya bagi remaja dan orang dewasa adalah 1:1. Kelebihan fosfor terjadi bila rasio kalsium fosfor lebih kecil dari ½ atau 1:2. Kelebihan fosfor dapat mengganggu penyerapan mineral seperti tembaga dan seng serta dapat pula memicu timbulnya hypocalcemia.

Sedangkan defisiensi fosfor dapat menyebabkan mineralisasi tulang terganggu, pertumbuhan terhambat, rakhitis, osteomalasia.

f)         Sulfur (S).

Fungsi sebagai pembentukan asam amino sistein dan mentionin. Pembentuk protein rambut, terdapat juga dalam insulin dan glutation. Sumber : susu, telur, daging, keju, dan kacang-kacangan. Defisiensi sulfur jarang terjadi pada manusia.

g)        Khlor (Cl).

Fungsi sebagai unsur getah lambung. Keseimbangan asam-basa, bersama-sama dengan natrium dan kalium membantu mempertahankan kadar air tubuh normal. Sumber : garam dapur, daging, susu, telur. Defisiensi khlor jarang terjadi pada manusia.

2)        Mikroelemen, yang terdapat dalam kwantum yang relative sedikit (< 0,05% dari BB). Mikro-elemen dapat dkelompokkan lagi menurut kegunaannya di dalam tubuh :

a)         Mikroelemen esensial, yaitu yang benar-benar diperlukan dalam tubuh, jadi harus ada, seperti :

  • Ferum (Fe).

Fungsi sebagai unsure hemoglobin, mioglobin dan beberapa enzim oksidatif. Terdapat dalam semua sel tubuh, tetapi disimpan sebagai ferritin dalam hati, limpa dan sumsum tulang dan terutama dalam jaringan retikulo endothelial. Sumber : hati, daging dan kuning telur, sayuran berdaun hijau tua, tiram, udang, salem, kijing.

Kelebihan zat besi dapat menurunkan penyerapan dan penggunaan seng dan tembaga serta peningkatan penggunaan vitamin antioksidan. Kelebihan zat besi juga dapat menyebabkan gangguan fungsi hati, jantung bahkan meninggal dunia. Gejalanya adalah mual, muntah, diare, denyut jantung meningkat, sakit kepala, mengigau.

Defisiensi Fe dapat menyebabkan anemia defisiensi besi, gangguan fungsional tubuh, baik mental maupun fisik, pucat, rasa lemah, letih, pusing, kurang nafsu makan, menurunnya angka kebugaran tubuh, menurunnya kemampuan kerja, menurunnya kekebalan tubuh dan gangguan penyembuhan luka, kemampuan mengatur suhu tubuh menurun. Pada anak-anak menimbulkan apatis, mudah tersinggung, menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi dan belajar.

  • Kuprum (Cu).

Berperan penting untuk sintesis hemoglobin dan untuk pekerjaan enzim-enzim tertentu (missal : sitokrom oksidase, tirosinase, katalase, urikase, asam askorbat oksidase, monoamine oksidase). Mungkin berperan dalam pembentukan tulang dan mempertahankan myelin. Sumber : hati, tiram, daging ikan, kacang-kacangan dan tepung gandum.

Kelebihan tembaga secara kronis menyebabkan penumpukan tembaga di dalam hati yang dapat menyebabkan nekrosis hati dan serosis hati. Kelebihan tembaga dapat terjadi karena mengkonsumsi suplemen tembaga atau menggunakan alat memasak terbuat dari tembaga, terutama apabila digunakan untuk memasak cairan yang bersifat asam. Konsumsi sebanyak 10-15 mg/hari dapat menimbulkan muntah-muntah dan diare. Berbagai tahap pendarahan intravascular dapat terjadi, begitupun nekrosis sel hati dan gagal ginjal. Konsumsi dosis tinggi menyebabkan kematian.

Defisiensi tembaga dapat menyebabkan bayi gagal tumbuh kembang, edema dengan serum albumin rendah, gangguan fungsi kekebalan, menghambat pembentukan hemoglobin, anemia dengan perubahan pada metabolism besi dan perubahan pada jaringan tulang, perubahan pada kerangka tubuh yang dapat menyebabkan patah tulang dan osteoporosis, hernia dan pelebaran pembuluh darah karena kegagalan pengikatan-silang kolagen dan elastin, depigmentasi rambut dan kulit.

  • Kobalt (Co).

Kobalt merupakan elemen renik yang juga esensial bagi tubuh, karena merupakan komponen dari struktur vitamin B12. Meskipun demikian, metabolism kobalt tidak terjadi di dalam jaringan tubuh kita, karena vitamin B12 tidak dapat disintesis olehnya, tetapi dapat disintesis oleh mikroflora usus. Kobalt yang dikonsumsi masih dapat bermanfaat bagi sintesis vitamin ini oleh mikroflora dan tersedia untuk dipergunakan oleh tubuh manusia.

Defisiensi kobalt tidak dikenal oleh manusia dan tidak pernah dilaporkan, yang terdapat adalah defisiensi vitamin B12 dan pengobatan dilakukan dengan pemberian vitamin B12 dan tidak pernah dengan memberikan kobalt.

  • Selenium (Se).

Fungsi untuk memperbaiki pertumbuhan dan mencegah penyakit tertentu. Factor penting dalam pernafasan jaringan. Sebagai antioksidan. Sumber : ikan laut, kerang-kerangan, kadarnya dalam pangan nabati tergantung pada kandungan selenium dalam tanah tempat tanaman tersebut tumbuh.

Pengaruh negatif selenium bagi kesehatan ditemukan pada orang yang mengkomsumsi diatas 850 mg/hari yang ditandai dengan oleh mual, muntah dan diare. Bila konsumsi diatas 500 mg/hari akan terjadi perubahan pada kuku dan rambut yang pada akhirnya terjadi kerontokan rambut.

Defisiensi selenium dapat menyebabkan aktivitas enzim glutation peroksidase terhambat, kekebalan tubuh menurun.

  • Zink (Zn).

Berperan dalam bekerjanya lebih dari 200 jenis enzim. Sebagai antioksidan dan berperan dalam fungsi membrane. Sumber : tiram, makanan laut, hati, lembaga gandum, ragi, daging, telur, unggas, ikan.

Konsumsi seng secara berlebihan (10 kali anjuran) dapat terjadi karena konsumsi suplemen seng dan makanan yang terkena polusi (udara, alat masak dan kaleng). Kelebihan seng akan menurunkan penyerapan zat besi dan tembaga, mual, diare, pusing, melemahnya peran saraf yang mengkoordinasikan system kerja anggota badan, demam, kelelahan yang sangat, anemia, gangguan reproduksi dan gangguan pada fungsi hati dan imunitas tubuh. Kelebihan sampai 10 kali AKG mempengaruhi metabolisme kolesterol, mengubah nilai lipoprotein dan tampaknya dapat mempercepat timbulnya aterosklerosis.

Defisiensi zink dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, gangguan kematangan seksual dan daya kekebalan tubuh menurun. Gangguan fungsi pencernaan karena gangguan fungsi pancreas, gangguan pembentukan kilomikron dan kerusakan permukaan saluran cerna. Gangguan metabolisme vitamin A, gangguan kelenjar tiroid dan laju metabolisme, gangguan nafsu makan, penurunan ketajaman indra rasa serta memperlambat penyembuhan luka.

  • Yodium (I).

Fungsi sebagai unsur tiroksin. Sumber : garam beriodium dan makanan laut.

Konsumsi yodium diatas 2000 mg/hari dianggap berlebihan dan akan berdampak negative pada kesehatan manusia. Konsumsi sebanyak ini bisa terjadi karena mengkonsumsi rumput laut, suplemen atau pangan yang difortifikasi yodium secara berlebihan. Kelebihan yodium dapat menghambat pelepasan iodium dari tiroid. Kelebihan pada tingkat selanjutnya akan menimbulkan gondok seperti halnya kekurangan yodium.

Defisiensi yodium dapat menyebabkan gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) berupa gangguan fisik dan mental, gondok, kretin (IQ = 20), malas dan lamban, kelenjar tiroid membesar. Pada ibu hamil dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin. Pada anak-anak menyebabkan kemampuan belajar rendah dan lain-lain.

  • Fluor (F).

Berperan terutama dalam tulang dan gigi. Sumber : air minum yang cukup kandungan fluor.

Kelebihan fluor dapat menyebabkan keracunan. Hal ini baru terjadi pada dosis sangat tinggi atau setelah bertahun-tahun menggunakan suplemen fluor sebanyak 20-80 mg/hari. Gejalanya adalah fluorosis (perubahan warna gigi menjadi kekuningan), mulas, diare, sakit di daerah dada, gatal dan muntah.

Defisiensi fluor dapat menyebabkan karies dentis, membantu mencegah osteoporosis.

b)        Mikroelemen yang mungkin esensial, belum pasti benar diperlukan atau tidak di dalam struktur atau fisiologis tubuh, seperti : krom (Cr) dan molybdenum (Mo).

c)         Mikroelemen yang tidak diperlukan atau nonesensial. Jenis ini terdapat di dalam tubuh karena terbawa tidak sengaja bersama bahan makanan, jadi sebagai kontaminan (pencemar). Termasuk ke dalam kelompok ini adalah aluminium (Al), arsen (As), barium (Ba), boron (B), plumbum (Pb), cadmium (Cd), nikel (Ni), silicon (Si), strontium (sr), vanadium (V) dan bromine (Br).

3)        Ada lagi kelompok yang disebut elemen renik, yang sebenarnya sudah termasuk kelompok mikroelemen, tetapi diperlukan dalam kwantum yang lebih kecil lagi. Ke dalam kelas ini termasuk kobalt (Co), kuprum (Cu) dan zink (Zn).

Fungsi Mineral.

  1. Memelihara keseimbangan asam tubuh dengan jalan penggunaan mineral pembentuk asam (klorin, fosfor, belerang) dan mineral pembentuk basa (kapur, besi, magnesium, kalium, natrium).
  2. Mengkatalisasi reaksi yang bertalian dengan pemecahan karbohidrat, lemak dan protein serta pembentukan lemak dan protein tubuh.
  3. Sebagai hormone (iodium terlibat dalam pembuatan hormone tiroksin, kobalt dalam vitamin B12, kalsium dan fosfor untuk pembentukan tulang dan gigi) dan enzim tubuh (Fe terlibat dalam aktivitas enzim katalase dan sitokrom).
  4. Membantu memelihara keseimbangan air tubuh (klorin, kalium, natrium).
  5. Menolong dalam pengiriman isyarat ke seluruh tubuh (kalsium, kalium, natrium).
  6. Sebagai bagian cairan usus (kalsium, magnesium, kalium dan natrium).
  7. Berperan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan tulang, gigi dan jaringan tubuh lainnya (kalsium, fosfor, fluorin).

DAFTAR PUSTAKA

  1. Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001.
  2. Francin, P. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta, 2005.
  3. Lusa, Konsep Dasar Ilmu Gizi, http://www.lusa.web.id/, tanggal upload 23 Agustus 2009, tanggal download 18 Februari 2012, 10.54 WIB.
  4. Moehji, S. Ilmu Gizi. Jilid I. Bhatara Karya Pustaka, Jakarta, 2003.
  5. Supariasa, I. Penilaian Status Gizi. EGC, Jakarta, 2002.
  6. Yuniastuti, A. Gizi dan Kesehatan, Graha Ilmu,Yogyakarta, 2008.

2 comments on “Pengelompokan Zat Gizi – Mineral

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: